in

Geger Muncul Raja-raja Baru, Rocky Gerung: Mereka Mencontoh Jokowi

Fenomena kemunculan sejumlah kerajaan baru seperti di Jawa Barat dan Jawa Tengah masih disorot publik. Pengamat sosial politik Rocky Gerung ikut menyoroti fenomena ini.

Rocky menyampaikan pandangannya lewat channel Youtube Rocky Gerung Official. Dalam video ini, Rocky dipandu eks wartawan senior, Hersubeno Arief, dengan beberapa pertanyaannya tentang hebohnya kemunculan beberapa kerajaan baru.

“Dalam teori kebudayaan gejala-gejala itu disebut gejala ratu adil. Yang biasa timbul ketika orang mengalami fatalisme di dalam hidup. Tetapi tetap punya harapan perubahan. Ada politics of hopes di depan dan politics of memories di belakang,” kata Rocky dalam video tersebut yang dikutip Selasa, 21 Januari 2020.

Bagi Rocky, fenomena ini muncul karena kemungkinan orang ingin mencari keterangan ke belakang terkait memburuknya kondisi kehidupan. Ide membuat kerajaan dengan teman atau kolega yang satu pikiran pun muncul.

“Jadi, itu sebenarnya kecerdasan lokal kan. Karena cari outlet dari kesulitan hidup dengan pergi pada semacam keagungan masa lalu,” tutur Rocky.

Dia pun tak setuju jika fenomena ini dianggap mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kata Rocky, yang mengancam NKRI saat ini adalah kurs mata uang dan kemampuan daya beli masyarakat.

“Justru karena dua soal itu kesulitan ekonomi dengan mencari perlindungan budaya dengan membentuk kerajaan,” sebutnya.

Meski demikian, ia melihat munculnya raja-raja ini karena kondisi ada masyarakat yang frustrasi. Namun, seharusnya tak perlu bersikap reaktif dengan penegakan hukum seperti melakukan penangkapan terhadap raja atau ratu.

“Polisi kurang imajinasi. Polisi mesti menganggap ini sebagai tontonan budaya baru ya. Kan ada orang yang berinisiatif bikin kerajaan gitu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai hal ini mesti disikapi dengan gembira. Menurutnya, anggap saja semacam festival budaya sebagai pengingat ada persoalan dalam bangsa ini.

Bagi Rocky, mereka yang menjadi anggota dan raja tak salah. Alasannya, bisa saja mereka meniru Presiden Joko Widodo untuk menjadi raja. Ia menyinggung beberapa kali Jokowi menggunakan pakaian raja di sejumlah acara, termasuk kunjungan kerja ke daerah maupun luar negeri seperti Malaysia.

“Mereka enggak salah. Sebab, justru mereka mencontoh Presiden Jokowi yang menjadi raja dengan menunggangi kereta kencana,” katanya.

Dengan contoh Jokowi maka dinilai seorang presiden pun masih ingin mencoba menjadi raja.

“Kan orang menganggap sudah menjadi presiden pun ingin menjadi raja. Paling fenomenal ya kan pakai kereta kencana ketika acara perkawinan. Jadi, publik mungkin merasa kita bisa berimanajinasi jadi raja, raja sehari,” ujarrnya.

Kemunculan sejumlah kerajaan di beberapa daerah membuat heboh dan menjadi perhatian. Mulai Keraton Agung di Purworejo, Keraton Djipang di Blora, Jawa Tengah. Usai dua keraton itu, muncul Sunda Empire di Bandung dan kini Kerajaan Sela Cau Tunggul Rahayu atau Kesultanan Selaco di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Masing-masing kerajaan beserta pimpinannya itu punya cerita versi masing-masing. Misalnya klaim Kerajaan Selaco ini berdiri atas trah dan warisan budaya peninggalan sejarah Kerajaan Pajajaran. Mereka mengklaim punya lokasi kesultanan di Kecamatan Parungponten, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ini diklaim berdiri sejak 2004.

Sumber: VIVANEWS.COM

Promot Content

What do you think?

Written by admin

KPK Panggil Mantan Ketua Umum KONI Pusat Terkait Kasus Imam Nahrawi

Roy Suryo: Dewi Tanjung Sangat Norak dan Tidak Mengerti Etika