in

Asteroid Dekati Bumi, Ini Penjelasan BMKG Agar Masyarakat Tidak Panik

Ikhtisar.net – Dalam pertengahan bulan Ramadan ini, orbit Asteroid berukuran besar diprediksi bakal mendekati bumi. Menyikapi hal itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bengkulu meminta masyarakat tidak panik.

Kepala BKMG Bengkulu, Klaus Johannes Apoh Damanik, ST, MP mengatakan, terkait pemberitaan asteroid mendekati bumi, sebenarnya BMKG tidak bisa berkomentar terlalu jauh. “Tetapi kita tetap menghimbau masyarakat tidak panik, dan tunggu saja pengumuman resmi dari Pemerintah,” ungkap Klaus, saat dihubungi sejumlah wartawan via telepon, Selasa (5/5).

Menurutnya, memang terkait asteroid ini sejumlah pihak sempat bertanya langsung pada BMKG. Tetapi, permasalahan ini lebih domainnya menerangkan yakni Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

“Kita menyarankan, terkait asteroid itu sebaiknya kita sama-sama menunggu pengumuman dari Pemerintah,” kata Klaus.

Klaus menjelaskan, disisi lain untuk prakiraan cuaca, pasca peringatan dini sampai tanggal 5 Mei potensi angin kencang dan badai itu masih mungkin terjadi di daerah-daeraah pesisir.

“Hari ini diperbaharui update lagi prakiraan cuacanya. Hanya saja hingga akhir Mei nanti potensi cuaca ekstrim masih sangat mungkin terjadi, karena sekarang musim pancaroba peralihan cuaca,” terangnya.

Ditambahkan Klaus, memasuki awal bulan Juni, kondisi cuaca sendiri Indonesia secara umum termasuk Bengkulu bakal mulai memasuki musim penghujan.

“Jadi imbauan kita dalam musim pancaroba ini sebaiknya masyarakat waspada saat keluar rumah jangan lupa membawa payung, kemudian memangkas pohon-pohon yang tinggi agar tidak roboh saat badai, serta bersihkan aliran saluran air supaya tidak terjadi luapan atau banjir,” tutupnya.

Sumber: bengkulu.express.com

Promot Content

What do you think?

Written by admin

Benarkah Kepergian Didi Kempot Sudah Dilihat Roy Kiyoshi dan Mbah Mijan Lewat Ramalan?

Cek Fakta: Kuota Internet 10GB serta Telepon dan SMS Gratis di WhatsApp, Telkomsel Hingga Indosat