in

Kaki Lumpuh, Natam Tetap Bekerja

Keterbatasan fisik tidak membuatnya menyerah begitu saja. Kekurangan tersebut tidak pernah melumpuhkan semangatnya untuk terus menjalani hidup. Meski kedua kakinya lumpuh, Natam, warga Desa Jingkang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas enggan meminta-minta mengharapkan belas kasihan orang.

Untuk mengais rupiah, dia rela banting tulang menjual sapu lidi keliling dari kampung ke kampung. Semangat kerja keras di tengah keterbatasan fisik ini yang ingin dia tularkan kepada semua orang. “Saya tak mau mengemis”.

Saya ingin makan dari hasil keringat saya sendiri. Saya semangat kerja karena pikiran saya masih sehat, yang tak sehat kan fisik saya,” kata Natam kemarin.

Hanya mengandalkan pisau dan sabit, setiap hari, pria kelahiran tahun 1973 ini memulai kerjanya di pekarangan rumah. Daun kelapa menjadi modalnya mengais rupiah untuk menyambung hidup serta membiayai adiknya yang masih sekolah.

Tak ada keluhan yang ia keluarkan dalam menjalani aktivitasnya ini. Semua dilakoninya dengan ikhlas meski hasil yang diperoleh jauh dari kata cukup. “Kalau bagi saya, berapapun hasilnya, yang penting halal dan berkah,” ujarnya.

Dalam sehari, Natam bisa membuat dua hingga lima sapu lidi. Ia mengatakan, kuantitas produksi tergantung dari ketersediaan bahannya. Jika daun kelapanya banyak, maka bisa membuat lima sampai 10 sapu.

Namun sebaliknya, jika stok daun kelapanya sedikit paling banter hanya satu atau dua sapu yang dihasilkannya. “Blarak-nya  (daun kelapa, red) yang  mengambil  adik saya, kadang juga pemberian dari orang lain,” kata dia.

Setelah sapu lidi terkumpul, Natam pun siap menjual sapu buatannya tersebut. Dengan menggunakan kantong plastik yang diikat tali rafia, sapu lidi siap jual ini pun dikalungkan di pundaknya. Layaknya seorang pendekar yang mengembara, Natam pun mulai berkeliling menjajakan sapu lidinya.

“Satu sapu harganya Rp 5000, lumayanlah kalau bisa jual 5 sehari. Uangnya bisa untuk makan dan ditabung untuk biaya sekolah adik saya yang masih SD,” ujarnya.

Sekali jalan, jika sedang bagus, Natam mengaku bisa menj‎ual lima hingga delapan sapu. Namun tak jarang jika sedang rezekinya, sepuluh sapu yang dibawanya habis terjual. Banyak pembeli yang merasa iba dan salut dengan kondisinya.

Natam merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Sejak ayahnya meninggal dunia, dialah yang menjadi tulang punggung membantu ibunya dan ketiga adiknya.‎ Dengan keterbatasan fisiknya itu, mempunyai semangat yang tinggi untuk terus bertahan hidup

Karena bagi Natam, bekerja bukan semata-mata untuk mencari uang. Ikhlas menerima rezeki dari Allah Azza Wa Jalla menjadi pegangan baginya. Dia yakin, setiap manusia bagaimanapun kondisinya, tidak akan pernah kelaparan selagi mau berusaha.

Source: satelitpost.com

Promot Content

What do you think?

Written by admin

Cinta Sejati, Pasangan Kakek-Nenek Meninggal di Hari Yang Sama

Simak Fakta Seputar Lipstik yang Harus Diketahui