in ,

Kisah Haru Diah Melepas 3 Anggota Keluarga untuk Menangani Pasien COVID-19

Ikhtisar.net – Pandemi virus corona (COVID-19) menjadi cobaan berat bagi semua orang. Bayangkan saja, keluarga para tenaga medis tentu khawatir dan cemas saat melepas anggota keluarga untuk bertugas menangani para pasien.

Perasaan seperti itulah yang dirasakan oleh Diah (bukan nama sebenarnya) saat ini. Bukan hanya satu, tapi tiga anggota keluarganya terjun langsung dalam penanganan para pasien COVID-19.

Melalui cuitannya, Diah mengungkapkan perasaannya yang bercampur aduk setiap kali mengingat adik kandung yang bertugas. Sang adik diketahui baru saja menikah alias masih pengantin baru, namun tugas menangani pasien membuatnya tak bisa berbulan madu.

Adiknya merasa terpanggil untuk ikut terjun langsung berperang melawan corona, dengan cara membantu masyarakat yang membutuhkan. “Jangan tanya gimana perasaan saya, cuma dia satu-satunya yang saya punya setelah orangtua kami berpulang,” tutur Diah.

Kepada Okezone baru-baru ini, Diah mengisahkan pada awalnya ia sempat tak menyangka sang adik yang takut melihat binatang kecoak tersebut punya nyali besar untuk bertugas di garda terdepan menyembuhkan pasien corona.

“Saya pikir adik yang sama kecoak saja takut ini enggak akan punya nyali ada di garis depan, dan lebih pilih opsi untuk tugas di daerah saja yang kondisinya tak separah di Jakarta. Tapi perkiraan saya meleset,” tambahnya.

Diah terdiam ketika sang adik meminta izin kepada dirinya untuk bertugas. Berat mengizinkannya, tapi nyatanya hati luluh saat sang adik berjanji akan menjaga diri sebaik mungkin.

“Dia minta izin, awalnya saya diam, lama-lama adik memaksa dengan janji kalau dia akan pulang secepatnya dalam keadaan selamat dan sehat kalau wabah COVID-19  ini berakhir,” ujar Diah.

Diah yang terlanjur memberi restu malah merasa bersalah dan menyesal belakangan ini. “Saya cuma bilang ke dia, kalau memang niat ibadah ikuti saja kata hati sendiri. Jangan minta restu ke saya, biar saya sebagai kakak bisa prepare dengan kemungkinan terburuk. Tidak terlalu merasa bersalah. Terucap begitu saja, belakangan saya sesali karena saya pikir kalau direstui, saya seperti mendorong adik sendiri ke jurang,” tutur Dian.

Hari-hari Diah kini semakin diisi kekhawatiran, pasalnya bukan hanya sang adik kandung, tapi salah seorang adik iparnya yang berprofesi sebagai bidan kini tengah ditugaskan di suatu rumah sakit di Banten dalam kondisi kekurangan APD (alat pelindung diri), untuk menangani gelombang mudik. Artinya sang adik ipar akan berhadapan dengan begitu banyak orang dari berbagai daerah dengan status ODP (orang dalam pantauan).

Diah menuturkan, ia sebagai ibu juga tengah mendapat cobaan lainnya. Pandemi corona membuat gelaran pernikahan sang putri tercinta harus ditunda karena sang calon menantu yang merupakan seorang dokter mendapat penugasan.

“Anak saya tim medis di Taman Safari, tidak bisa meninggalkan lokasi kan karena sudah ditutup dan kesehatan satwa harus dijaga juga. Nah, pernikahan anak saya ini ditunda karena calon suaminya mendapat penugasan untuk penanganan kasus positif di suatu daerah di Jawa Barat. Makin deh jalani hari kayak mimpi buruk, saya masih usaha untuk kompromi sama keadaan,” ujar Dian lagi.

“Ujian Allah saat ini teramat berat buat saya, di satu sisi harus tampil optimis di depan adik-adik dan anak. Setiap kali video call, berusaha menyemangati mereka, bilang ke mereka kalau saya baik-baik saja. Tapi video call selesai, ya langsung ambruk nangis sejadi-jadinya. Takut sekali dan tiba-tiba rindu berat sama mereka,” terangnya.

Di situasi yang penuh dengan ketidakpastian seperti saat ini, Diah hanya berharap dirinya bisa kuat melewati cobaan ini. “Mudah-mudah semakin kuat, dan saya jadi orang yang lebih baik lagi ke depannya. Amin,” pungkas Diah.

Sumber: okezone.com

Promot Content

What do you think?

Written by admin

Jokowi: Semua Orang Wajib Pakai Masker Kalau Keluar Rumah

Viral Nama Bayi Terinspirasi dari Corona, Vairus Abdul Covid Hingga Siva Korona