in

Pemukiman Warga di Gamalama diduga Jadi “ATM Pribadi” Oknum Petugas Pasar Kota Ternate

Kebakaran yang menghanguskan 10 rumah di Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), Kamis (23/1/2020) sore tadi, diduga kuat adalah “ATM Pribadi” UPTD Pasar Ternate Tengah Dinas Perindag Kota Ternate.

Pasalnya, warga di kawasan tersebut setiap bulan melakukan penyetoran ke pegawai UPTD Pasar Ternate Tengah pada Dinas Perindag sebesar Rp 400.000 per rumah, sehingga total diterima petugas setiap bulan dari 10 rumah sebanyak Rp 4.000.000.

Hal ini diakui langsung oleh warga setempat yang rumahnya ikut terbakar pada kejadian sore tadi. “Kita bayar di UPTD Pasar, sebesar Rp 400.000 per bulan. Awalnya kita mau bayar per hari tapi mereka tidak mau,” kata Iin, salah satu warga yang menempati kawasan tersebut kepada wartawan.

Iin mengaku, yang melakukan penagihan setiap bulan adalah Sekretaris UPTD Pasar Anwar. “Kita bayar ke pak Anu, kalau tidak salah beliau menjabat sebagai sekretaris pasar,” katanya.

Lanjut dia, setiap bulan lokasinya dibayar Rp 300 ribu ditambah dengan listrik Rp 100.000 ribu, jadi total Rp 400.000 per bulan. Pembayaran lampu itu juga kepada orang mereka.

“Jadi Rp 100.000 untuk lampu juga kita bayar ke orang mereka,” ucapnya.

Iin menambahkan, dirinya pernah meminta izin bangunan karena untuk memasang air, tapi mereka tidak keluarkan dan hanya meminta dibayar per bulan. Pembayaran ini sudah berjalan selama bertahun-tahun.

Sumber: indotimur.com

Promot Content

What do you think?

Written by admin

Para Istri Bisa Memukul Suami Supuasnya dan Hanya ada Di Negara Ini.

Pemandangan Unik, Ketika Ratusan Burung Kapinis Hiasi langit Kota Banjar