in

Ratusan Jemaah Buka Paksa Pagar Masjid, Untuk Shalat Jumat

Sejumlah jemaah sempat berkerumun dan memaksa masuk dengan mendorong pintu pagar Masjid Alkaromah, Jumat (10/4/2020) siang. – banjarmasinpost.co.id/Idda Royani

Ikhtisar.net Suasana di Masjid Agung Alkaromah, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat (10/4/2020) siang, sempat menegang menjelang pelaksanaan sholat Jumat.

Hal itu menyusul adanya beberapa jemaah yang memaksa masuk melalui pintu pagar samping kiri.

Perdebatan pun sempat terjadi antara petugas (Satpol PP, polisi, tentara). Kalimat bernada sarkasme juga sempat terlontar.

Teriknya panas matahari cukup menyengat kulit, jemaah pun kian ngotot.

Sebagian ada yang mendorong-dorong pintu pagar masjid, meminta pintu pagar segera dibuka. Akhirnya petugas pun mengalah dan membiarkan warga masuk dan menunaikan sholat Jumat.

“Alhamdulillah akhirnya bisa salat Jumat di Alkaromah, soalnya sudah dua kali kan tidak Jumatan,” ucap seorang saat berada di warung di sekitar masjid agung tersebut.

Ia menuturkan pelaksanaan salat Jumat berlangsung cepat, khutbah juga singkat. Ruangan utama (bawah) masjid agung yang berada kawasan Jalan A Yani tersebut masih lapang, tak sampai penuh.

Mengenai hal itu, Ketua Gugus Tugas Pencegahan, Penanggulangan, dan Penanganan (GTPPP) Covid-19 Kabupaten Banjar HM Hilman sebenarnya sesuai rapat bersama yang juga melibatkan pihak pengurus Masjid Alkaromah dan sejumlah ulama, sementara waktu pelaksanaan Jumatan ditiadakan.

“Pagi tadi pengurus masjid dan petugas kita serta dari TNI dan Polri sudah di sana (Masjid Alkaromah) dan menutup pagar. Itu semua dilakukan bagian dari upaya meminimalisasi penyebaran virus corona,” jelasnya.

Namun karena beberapa jemaah yang datang bersikeras sehingga yang lainnya ikut-ikutan, suasana pun sempat menegang. “Kita kan tak mungkin bekekerasan, jadi petugas kita ya mengalah,” tandas Hilman.

Kondisi tersebut, akunya, juga menjadi bahan evaluasi untuk langkah-langkah selanjutnya.

“Perlu dipahami, bukan hanya masjid yang diupayakan agar tak ada kerumunan. Pasar-pasar di sekitarnya juga sama kami awasi terus, jelas Hilman.

Hilman berharap seluruh elemen masyarakat di Banjar dapat mengerti dan memahami kebijakan yang diambil pemerintah. “Semuanya semata-mata demi mengatasi virus corona agar tidak makin meluas,” pungkasnya.

Sumber: banjarmasin.co.id

Promot Content

What do you think?

Written by admin

Bangkit Dan Melawan

Jika Diharamkan, untuk Apa Babi Diciptakan?