in

Sakit Pasca Putus Itu Wajar, Cuma Mau Sampai Kapan Kamu Terus Merasa Sakit dan Meringkih?

Kamu yang mengeluh, kenapa sih sakit banget pasca berpisah, apalagi pisahnya memang lagi sayang-sayangnya, maka yang demikian adalah hal wajar.

Cuma mau sampai kapan kamu terus merasa sakit dengan apa yang telah kamu alami kemarin? mau sampai kapan kamu hidup begini? ayolah berbenah!

Ayolah, Jangan Kurung Dirimu Dengan Sesuatu yang Sebenarnya Kamu Mampu Melaluinya

Ayolah, jangan pernah kurung dirimu lagi dengan sesuatu yang sebenarnya kamu mampu melaluinya. Kamu harus mampu menahan dirimu untuk tidak melakukan sesuatu yang merugikanmu, sudah cukupkan sedihmu.

Kamu Itu Bisa Baik-baik Saja Kok, Asal Kamu Pandai Mengembalikan Kecewamu Kepada-Nya

Kamu itu bisa baik-baik saja kok, kamu sebenarnya bisa lebih tangguh dari apa yang kamu pikirkan dalam ringkihmu, asal kamu pandai mengembalikan kecewamu kepada-Nya.

Jangan Terus Kurung Dirimu Dengan Penyesalan, Sudah Cukup dan Mulailah Menata Hatimu Kembali

Intinya jangan terus kurung dirimu dengan penyesalan, sudah cukup dan mulailah menata hatimu kembali, agar kamu bisa melanjutkan hidupmu dengan baik.

Kamu Harus Mampu Kuasai Dirimu Saat Sedang Marah, Sungguh Kamu Peribadi Kuat Kenapa Dihadapkan Pada Keadaan Menyakitkan

Kamu harus mampu kuasai dirimu saat dengan marah, kamu harus menahan rasa bencimu, pudarkan ia dengan terus berharap yang lebih baik datang kepadamu, sungguh kamu peribadi kuat kenapa dihadapkan pada keadaan menyakitkan.

Jangan Terlalu Larut, Jadikanlah Keadaanmu Sekarang Jalan Untukmu Bisa Menjadi Lebih Baik Lagi

Maka jangan terlalu larut dengan keadaan yang menyedihkan, jadikanlah keadaan yang menurutmu buruk sebagai jalan untukmu bisa menjadi lebih baik, mungkin sehabis ini Allah telah siapkan seseorang yang jauh lebih untukmu.

Sumber: humairoh.com

Promot Content

What do you think?

Written by admin

Seperti Pelangi yang Muncul Setelah Hujan, yang Indah-indah Biasanya Muncul Belakangan

Sebaik-baiknya Sahabat Pasti Memiliki Kekurangan, dan Kamu Jangan Pernah Jenuh Dengan Kekurangannya