in

Sempat Ditolak Warga, Pemakaman Jenazah PDP Corona Molor, Ini Kronologinya

Ikhtisar.net – Warga Kelurahan Tongole, Kota Ternate, sempat memprotes pemakaman jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) terkait virus corona baru pada Selasa (12/5/2020) malam.

Akibat penolakan itu, pemakaman jenazah molor sekitar beberapa jam. Jenazah PDP itu selesai dimakamkan pada Rabu (13/5/2020) sekitar pukul 04.00 WIT.

Lurah Tongole, Syamsul A Kadir mengatakan, warga memiliki dua alasan menolak pemakaman jenazah PDP tersebut.

Syamsul menyebut, sebagian warga Kelurahan Tongole beranggapan virus corona baru atau Covid-19 bisa menular lewat jenazah pasien.

Selain itu, terjadi kesalahpahaman antara tim yang memakamkan jenazah dengan warga setempat.

“Kesalahpahaman, warga tiba-tiba panik tadi malam ada penggalian kuburan tanpa sepengetahuan warga siapa yang meninggal, begitu dicari tau ternyata pasien status PDP Covid-19,” kata Syamsul saat dihubungi, Rabu (13/5/2020).

Warga yang panik bertanya kepada tim yang menggali kubur. Tim tersebut, kata Syamsul, mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Maliaro.

Padahal, kawasan pemakaman tersebut masuk dalam wilayah Kelurahan Tongole.

“Mereka mengira bahwa lokasi yang mereka gali kubur ini masih masuh wilayah Kelurahan Maliaro, padahal sudah masuk kelurahan lain yaitu Tongole,” kata Syamsul.

Mendengar penolakan itu, Tim Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 turun ke lapangan untuk memberikan sosialisasi kepada warga.

Setelah mendengarkan informasi dari gugus tugas, warga akhirnya memahami dan mengizinkan pemakaman tersebut.

“Kita juga tanyakan kepada pemilik lahan, apakah siap dimakamkan di situ, dan dia mengaku siap, sehingga semuanya sepakat,” kata dia.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Ternate akan kembali menyosialisasikan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kelurahan Tongole.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Ternate Muhammad Assagaf membenarkan terjadi kesalahpahaman antara warga dan tim pemakaman pasien Covid-19.

“Ini mis komunikasi, padahal warga ini harusnya sebelumnya sudah mendapatkan sosialisasi sehingga mereka paham jika ada yang begini karena penyakit corona merupakan hal baru sehingga warga butuh pemahaman,” ujarnya.

Assagaf menjelaskan, PDP yang meninggal itu merupakan perempuan berinisial AH (50). Pasien itu sempat dirawat di RS Tentara Ternate karena mengeluh sesak napas.

Setelah dilakukan rapid test virus corona, pasien itu dinyatakan reaktif. Ia pun dirujuk ke RSUD Ternate.

“Di RSUD Ternate dirawat hanya satu hari kemudian meninggal dunia, tapi itu sudah dilakukan swab. Almarhum juga punya penyakit lain,” kata Assagaf.

Sumber: kompas.com

Promot Content

What do you think?

Written by admin

Jangan Sembarangan Berkata, Karena Sepatah Kata Bila Terlanjur Menyayat Hati Maafpun Tak Cukup

Penyebrangan Ternate-Sofifi Resmi Ditutup