in

Seorang Dokter di Bitung Dipecat Pemkot, Diduga Karena Beda Pandangan Politik

Ikhtisar.net – Pemkot Bitung dinilai tidak serius dalam menangani wabah penyebaran Virus Corona atau Covid-19, karena memecat seorang dokter karena diduga beda pandangan politik jelang Pilkada.

Informasi diperoleh, Pemerintah Kota Bitung dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) rupanya diam-diam telah memecat dan memberhentikan salah satu Tenaga Kontrak Kesehatan (TKK) yang merupakan dokter umum di Puskesmas Aertembaga.

Dokter umum bernama Yunifer Sutanto yang telah megabdi selama kurun waktu lima tahun ini kuat dugaan diberhentikan hanya karena berbeda pandangan politik dengan salah satu pejabat pimpinan di Dinas Kesehatan, yang dekat dengan Walikota.

Parahnya lagi, dari kurang lebih 100 TKK yang di kontrak berdasarkan SK Wali Kota Bitung Nomor 188.45/HKM/SK/41 2020 tentang penetapan tenaga kontrak yang diperbantukan sebagai tenaga kesehatan di lingkungan pemerintah Kota Bitung tahun 2020.

Dinkes Bitung memberhentikan Yunifer Sutanto yang merupakan warga asli Kota Bitung digantikan dengan dua orang dokter yang berasal dari Kota Manado.

Menanggapi hal ini, pemerhati pemerintahan Kota Bitung Rendi Rompas, SH angkat suara soal pemecatan salah satu TKK tersebut.

Menurutnya, pemerintah Kota Bitung harusnya lebih jelih lagi melihat situas saat ini. Dimana kata dia, ditengah ancaman virus Corona para tenaga kesehatanlah yang terdepan memerangi dan berjibaku dengan virus mematikan ini.

“Ini artinya pemerintah Kota Bitung tidak serius dalam melakukan penanganan dan pencegahan Virus Corona. Harusnya tenaga kesehatan yang ada saat ini ditambah.

Bukan yang ada malah diberhentikan. Pimpinan daerah dalam hal ini Wali Kota Bitung harusnya jangan ngeyel. Persoalan yang kita hadapi ini tidak main-main.

Jangan hanya karena memiliki kekuasaan lebih kemudian seenaknya menggunakan wewenang hanya karena masalah like and dislike. Pimpinan seperti ini tipe orang yang egois dan suka menang sendiri.

Tanpa memikirkan kemaslahatan dan keselamatan orang banyak,” sorotnya.

Lanjut Rompas, apalagi jika benar pemberhentian ini hanya dikarenakan berbeda pandangan politik. Maka kata dia, pimpinan seperti itu adalah orang yang haus akan kekeuasaan.

“Ditengah wabah Corona, tdk ada rasa perikemanusiaan kalau tenaga medis di berhentikan hanya karena masa kontrak telah selesai.

Saat ini kita lagi gencar memerangi Covid-19. Jika dia pemimpin yang baik harusnya masalah politik disampingkan dulu. Kita fokus pada apa yang menjadi persoalan saat ini.

Mengingat warga yang positif Covid-19 semakin bertambah. Wali kota baiknya menambah tenaga kesehatan untuk menangani penyebaran virus ini.

Karena anggaran yang ada saat ini sebagian besar di fokuskan untuk digeser untuk persoalan Covid-19 ini. Jadi harusnya tidak ada alasan melakukan pemberhentian kepada tenaga medis,” cetusnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Bitung dr.Jeaneste Watuna yang dikonfirmasi lewat pesan whasapp, tidak menjawab. Demikian pula Sekretaris Dinas Kesehatan, dr.Calvin Wuisan, dikonfirmasi lewat pesan singkat, tidak ada balasan hingga berita ini dipublish.

Sumber: topiksulut.com

Promot Content

What do you think?

Written by admin

RI Terbitkan Surat Utang Dolar Terbesar Sepanjang Sejarah

Jangan Salah Paham Jika Ada Laki-laki Yang Menegur Caramu Berpakaian, Itu Tandanya Dia Menghargaimu