in

Tersangka Pembuat SIM B2 UMUM Palsu Terancam 6 Tahun Penjara

Diduga membuat Surat Ijin Mengemudi (SIM) tipe B2 Umum palsu, tiga pemuda diamankan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut).

Ketiga tersangka dengan inisial AR alias Andi (29) warga Desa Talaga Jaya, Kecamatan Wasile Kabupaten Haltim, berperan sebagai pemesan dan pengguna, IM alias Iksan (24) warga Kelurahan Kasturian Kota Ternate, sebagai pemesan dan pengguna.

Sedangkan tersangka dengan inisial CW alias Apin (19) waga Desa Gamsungi, kecamatan Tobelo, Kabupaten Halut, berperan sebagai pembuat SIM Palsu, dari pengakuan tersangka sudah mencetak kurang lebih 60 SIM B2 Umum, yang mencatut dua nama Kapolres, yakni Kapolres Halut dan Kapolres Ternate.

Kronologisnya, Unit Jatnras yang pimpin Ipda Samsul, mendapatkan informasi adanya pembuatan SIM B2 Umum palsu. Mendapatkan informasi tersebut Unit Jatanras langsung menuju ke tempat tersebut, dan tak butuh waktu lama tim Unit Jatanras berhasil mengamankan ketiga tersangka tersebut.

Sebelum dilakukan penangkapan terhadap Iksan dan Apin, tim lebih dahulu mengamankan Ardi di desa sondo sondo di Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) pada 13 Januari 2020 lalu, kemudian hasil pengembangan dari Ardi tim bersama Satreskrim Polres Halteng mengamankan Iksan di dalam lokasi PT Iwip. Dari penangkapan Iksan terungkap Apin sebagai pembuat SIM yang beralamat di Tobelo. Setelah berkordinasi dengan Satreskrim Polres Halut dan langsung mengamankan Apin.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Malut, Kombes Pol Dwi Hendarwana kepada awak media mengatakan, tersangka yang mencetak SIM B2 Umum mengaku sudah mencetak kurang lebih 60 SIM.

“Aksi ini sudah dilakukan dari tahun 2018, dan sudah 60 SIM B2 Umum yang dicetak, jadi Andi dan Iksan mencari orang untuk membuat SIM, sedangkan Apin yang mencetak,” Ungkap Dwi dalam konfrensi persnya di gedung Ditreskrimum Polda Malut, Minggu (18/01/2020).

Dwi menambahkan, dari pengakuan Apin, satu SIM B2 Umum dibuat dengan harga Rp.300.000. dan memberikan pada Andi dan Iksan jika mendapatkan masing-masing orang yang membuat SIM, sebesar Rp.200.000.

“Pengakuan Apin Rp.300.000. per satu SIM, tetapi, Andi dan Iksan memberikan tarif yang lebih besar kepada korban yang membuat SIM B2 Umum sebesar Rp.2.000.000 per satu SIM,” Akunya.

Dari hasil penangkapan, kata Dwi, pihaknya berhasil mengamankan Barang Bukti (BB) SIM B2 Umum sebanyak tiga buah, Handphone tiga unit, Leptop Acer satu unit, Printer Epson L110 satu unit, Mesin Laminating satu unit, dan kertas Id Card satu pack. “BB sudah kami amankan, dan kami akan tindaklanjuti,” Jelasnya.

Dwi mengatakan, perkara tindak pidana pemalsuan SIM B2 Umum ini, dilakukan dengan inisiatif sendiri, dan kebanyakan digunakan di wilayah Halteng karena masuk menjadi karyawan perusahan PT. Iwip, harus memiliki SIM B2 Umum. “Ini digunakan di wilayah Halteng, karena di wilayah Halteng, ada perusahan PT. Iwip menerima karyawan yang memiliki SIM B2 Umum,” jelasnya.

Atas perbuatan ketiga tersangka, di kenakan dengan pasal, 263 ayat (1) atau ayat (2) dengan ancaman 6 tahun penjara.

Sumber: poskomalut.com

Promot Content

What do you think?

Written by admin

Hukum Pakai Behel Gigi Menurut Islam

Pasangan Suami Istri Yang Berkenalan Di Klub Malam Kini Insyaf Dan Belajar Mengaji