TolakMakam resize 99 compress80
in

Tolak Pemakaman Jenazah Diduga Covid-19, Polres dan Kodim 1409 Gowa Bubarkan Paksa Massa

Ikhtisar – Terkait akan dilakukannya pemakaman terhadap jenazah yang diduga terjangkit virus Corona atau Covid-19 pada Kamis (02/04/2020) dilahan milik Pemprov Sulsel, jajaran Polres Gowa bersama Kodim 1409 Gowa dan Satpol PP melakukan pengamananan.

Pengamanan dilakukan terkait adanya penolakan warga atas pemakaman terhadap jenazah di Jalan Teratai Indah Macanda, Kelurahan Romang Polong, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa.

TolakMakam1

Dan untuk diketahui bahwa penentuan lokasi pemakaman terhadap jenazah yang diduga terinfeksi virus Corona atau Covid-19 itu di lahan milik Pemprov Sulsel sudah berdasarkan keputusan bersama Forkopimda Sulsel.

Saat itu warga telah melakukan blokade jalan dengan membakar ban dan memasang beberapa batang kayu di tengah jalan serta didepan pintu masuk lokasi pemakaman.

TolakMakam2

Melihat hal itu, Kapolres Gowa AKBP Boy Samola kemudian memberikan edukasi dan himbauan agar warga segera membubarkan diri namun hal itu tidak dihiraukan. Selanjutnya anggota melakukan pembubaran lalu menyingkirkan ban dan batang pohon yang ada ditengah serta didepan pintu masuk lokasi pemakaman.

Untuk mengantisipasi aksi lanjutan, Kapolres kemudian memerintahkan anggota Polres Gowa melakukan penjagaan dan kembali mendatangkan personil lainnya, namun warga kembali melakukan aksi yang sama.

Demi menjaga Kamtibmas di Kabupaten Gowa tetap aman dan kondusif, selanjutnya Kapolres Gowa AKBP Boy Somola didampingi Dandim 1409 Gowa memimpin melakukan pembubaran massa.

Sebelum upaya paksa dilakukan, tampak Kapolres Gowa dengan tegas memberi himbauan agar warga segera membubarkan diri namun hal itu tidak diindahkan.

Melihat hal itu, Kapolres bersama Dandim 1409 Gowa dan sejumlah anggota akhirnya bertindak tegas melakukan upaya paksa membubarkan massa lalu mengamankan seorang provokator serta 4 warga lainnya kemudian dibawa ke Polres Gowa untuk dimintai keterangan.

“Kami harus melakukan tindakan tegas terhadap warga yang tetap menolak dilakukannya pemakaman. Karena Negara Kesatuan Republik Indonesia ini adalah milik kita semua dan bagi siapapun yang akan dimakamkan di negara ini memiliki hak yang sama dengan kita,” tegas Kapolres Gowa AKBP Boy Samola.

“Kembali saya himbau kepada seluruh warga Gowa untuk tidak melakukan aksi penolakan apalagi melakukan perlawanan terhadap petugas saat melaksanakan tugas karena saya tidak akan segan-segan melakukan tindakan hukum,” pungkas Boy.

Sumber: sorotmakassar.com

What do you think?

Written by admin

daging ular resize 67 compress9

Pasar Extreme Tomohon Tempat Berbagai Daging “Tak Lazim” Dijual

Beruang Cinta MOJOK.CO  compress19

5 Ciri-Ciri Bucin Alias Budak Cinta: Romantis, tapi Nalarnya Tipis