in

Ubah Satu Mindset Ini dan Dapatkan Pasangan Terbaikmu

Pernahkah anda mendengar cerita seorang wanita korea bernama Park Jee Won? Seorang wanita cantik yang menikah dengan kekasihnya dan memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia. Namun, semua kebahagiaan itu berakhir ketika ia mengandung anak pertamanya dan mengalami kenaikan berat badan yang drastis. Sosok suami yang penuh cinta seolah hanya bunga tidur, ia selalu memaki Park Jee Won hingga ia mengalami depresi parah. Park Jee Won menyadari bahwa suaminya hanya mencintai kecantikannya, bukan dirinya. Seolah mendapat keajaiban, dalam beberapa bulan ia dapat menurunkan berat badannya hingga kembali ideal.

Sakit hati yang ia alami membuatnya trauma dan tidak ingin melanjutkan hubungan pernikahannya dengan suaminya. Akhirnya mereka pun bercerai dan Park Jee Won kini melanjutkan hidupnya sebagai selebgram. Cerita cinta yang pahit, akan tetapi memang cinta yang berawal dari ketertarikan fisik walau mudah dan cepat didapatkan tetapi tidak menjamin kesetiaan pasangan dan keharmonisan hubungan anda ke depannya.

Mau Dibawa Kemana Hubunganmu?

Menurut penelitian yang dilakukan Fathul Lubabun Naqil, dosen Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim, menunjukan bahwa mayoritas baik laki-laki maupun perempuan dewasa awal lebih mengutamakan cinta yang realistis dan berkomitmen. Namun yang menarik adalah, ditemukannya fakta bahwa persentase terbesar orang yang memilih cinta yang main-main ternyata didominasi oleh laki-laki. Perlu anda ketahui, cinta main-main adalah cinta yang hanya menginginkan kesenangan sesaat tanpa memperdulikan komitmen apapun.

Oleh karena itu, dari sekian banyak orang yang ditemui dan mengaku tertarik dengan anda, apakah dapat dipastikan bahwa ia orang yang memiliki komitmen ke depannya atau hanya menginginkan kesenangan belaka? Hal seperti ini tentu tidak dapat dilihat dari kerupawanan seseorang. Tidak dapat diputuskan bahwa orang rupawan pasti tidak menginginkan komitmen dalam hidupnya begitupun orang yang secara fisik kurang menarik akan memiliki komitmen yang tinggi. Fisik memang terkadang menipu dan seolah membutakan akal sehat banyak orang sehingga terperangkat oleh cinta tanpa komitmen.

Jadikan Kepribadian Sebagai Wajah Pertamamu

Terburu-buru dalam menerima pernyataan cinta seringkali menjadi faktor utama dalam berakhirnya suatu hubungan. Mungkin anda sering kali hanya melihat penampilan fisik sebagai pertimbangan. Padahal, faktor yang seharusnya anda pertimbangkan adalah kepribadian. Tidak ada yang bisa membohongi suatu kepribadian, ia selalu jujur apa adanya, hanya seberapa cerdas anda dapat melihat keasliannya.

Jika anda merasa tertarik dengan seseorang, tunggu dan perhatikanlah reaksinya ketika ia berada dalam keadaan yang genting karena saat itulah wajah asli dari kepribadiannya akan terlihat. Setelah itu pertimbangkanlah, apakah sosok dengan kepribadian seperti itu yang akan anda pilih menjadi pasangan atau tidak.

Princess Braxton-Davis, peneliti asal Michigan, menyimpulkan dalam penelitiannya bahwa dari 205 dewasa muda di Amerika, 79% dari mereka lebih memilih kepribadian sebagai alasan mereka tertarik pada pasangannya. Mereka mengambil pelajaran dari kisah-kisah percintaan orang dewasa di sekitar mereka yang tetap harmonis karena saling mencintai kepribadian dari masing-masing pasangan.

Lindungi Dirimu Sebelum Terlambat

Data statistik yang disajikan oleh Komnas Perempuan pada 15 Mei 2019 menunjukan bahwa tingkat kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi di Indonesia cenderung naik tiap tahunnya. Atas dasar apa hal ini terjadi? apakah seseorang tetap akan menikah jika mereka tahu akan berakhir dengan pertengkaran? Tentu jawabannya, tidak.

Hal ini kemungkinan besar terjadi karena mereka tidak melihat dengan teliti kepribadian asli yang dimiliki pasangannya karna tertutupi oleh paras yang menawan. Apabila seseorang telah melihat dengan seksama kepribadian pasangannya dan telah mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di masa depan, maka hal seperti ini jelas tidak akan terjadi.

Oleh karena itu, ubahlah mindset anda yang selalu mengutamakan paras seseorang menjadi mindset untuk terus memperbaiki diri dan membentuk kepribadian yang baik dan menyenangkan. Karena cinta yang didasari ketertarikan fisik memang mudah dan cepat didapatkan tetapi tidak menjamin kesetiaan pasangan dan keharmonisan hubungan anda ke depannya.

Sumber: Kompasiana.com

Promot Content

What do you think?

Written by admin

Kasus Siswa Bunuh Begal, Jaksa Agung: Begal Tak Berniat Perkosa Pacar

Ini Jadwal Pemadaman Aliran Listrik di Kota Ternate