f69b4c20 fb8e 4585 a8b3 ade01b002db1 169
in

Waspada Virus Baru, Ilmuwan Dunia Bentuk Tim Pemburu Kampret!

Ikhtisar.net РKelelawar atau kampret belakangan menjadi obyek penelitian serius oleh ilmuwan di dunia. Musababnya, binatang malam ini telah berkali-kali menjadi inang penyebaran virus mematikan seperti corona.

Ilmuwan yang bergabung dalam NGO asal Amerika Ecohealth Alliance membentuk tim kecil yang diutus untuk memburu hewan tersebut, sampai ke gua-gua yang berada di China untuk mendeteksi kemungkinan adanya virus baru dan antisipasi pandemi.

Melansir CNN Internasional, tim kecil yang dibentuk ini menggunakan APD lengkap atau hazmat , masker, dan sarung tangan. Mereka harus kontak dan mendapatkan liur serta air seni si kampret, yang kemungkinan membawa virus mematikan.

Di kepala tim pemburu kampret, masing-masing memiliki alat pencahayaan. Mereka menunggu matahari terbenam untuk masuk gua yang berada di Yunan, China. Begitu matahari terbit dan kelelawar kembali ke sarang mereka, tim pemburu langsung beraksi.

Di dalam gue, mereka sudah memasang jaring untuk menangkap kelelawar. Binatang yang terperangkap kemudian akan dibius, untuk diambil sample darahnya dari sayap mereka. “Kami juga bawa alat untuk swab oral dan kotoran mereka, serta mengkoleksi liur juga,” ujar salah satu ilmuwan di Ecohealth Science Peter Daszak, seperti dikutip dari CNN Internasional, Selasa (28/4/2020).

Peter sendiri memang pemburu virus, selama 10 tahun ini ia telah mengunjungi 20 negara untuk mencegah pandemi berikutnya. Belakangan, pemburuannya fokus ke gua-gua kelelawar untuk meneliti pathogen baru khususnya jenis virus corona.

“Kami telah memiliki sample 15 ribu kelelawar, dan mengarah ke identifikasi 500 jenis baru virus corona,” kata dia.

Salah satu virus yang ia temukan di China pada 2013, menurutnya persis seperti covid-19 dan bisa jadi memang asal mulanya.

Para peneliti ini memulai proyek mereka sejak wabah SARS melanda dunia pada 2003 lalu. Namun saat itu riset soal corona tidak menarik perhatian.

“Itu belum jadi cabang penelitian yang seksi,” ujar virologist Wang Linfa dari Duke-NUS di Singapura, yang mengembangkan alat penelitian untuk analisa sample kelelawar dari Ecohealth Alliance.

Halaman: 1 | 2

Rekomendasi

What do you think?

Written by admin

tki 8

TKI Pulang Dipersoalkan, Ribuan TKA China Masuk Indonesia Malah Dibiarkan

Rajin Puasa tapi Tidak Shalat Apakah Puasanya Diterima 768x576 1

Puasa Tetapi Tidak Sholat, Bagaikan Menadah Air Diwadah Yang Bocor