in

KSAD: TNI Siap Bantu Kementan Jaga Produksi dan Distribusi Pertanian

Ikhtisar.net – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengatakan, TNI siap membantu Kementerian Pertanian ( Kementan) menjaga produksi dan distribusi bahan pertanian.

“Kami di sini ingin membantu lebih besar lagi untuk memastikan ketersediaan pangan,” ujar dia dalam keterangan tertulis.

Pernyataan itu Andika sampaikan saat mendampingi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyaksikan panen raya 2020 melalui perangkat pusat data Agriculture War Room (AWR), Rabu (15/4/2020).

Pemantauan dilakukan terhadap jalannya panen raya di 332 titik yang juga disaksikan 12 bupati dari Serdang Bedagai, Banyuasin, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Cianjur, Balangan, Barru, Banggai, Konawe Selatan, Sumbawa Barat, Dompu, dan Nagekeo.

Panen raya itu diperkirakan masih berlangsung hingga pengujung April dengan total lahan panen mencapai lebih dari 1,73 juta hektar (ha) dan produksi sekitar 5,27 ton beras.

Panen bahkan masih akan berlanjut hingga Mei di lahan seluas 1,38 juta ha dengan produksi sekitar 3,81 juta ton beras.

Kerahkan Babinsa

Jenderal Andika pun telah memberi instruksi kepada seluruh tentara nasional yang bertugas di satuan bintara pembina desa (Babinsa) untuk mengawal pengamanan panen raya.

Tak hanya pengamanan saja. TNI juga siap diperbantukan menjadi petani sawah dan perkebunan.

“Apabila para kepala daerah memerlukan banyak tenaga, jangan sungkan meminta bantuan ke Babinsa supaya kami bisa mengarahkan bantuan lebih banyak lagi,” ujar dia.

Andika pun mewakili TNI berterima kasih kepada para petani dan babinsa atas dedikasinya dalam rangka ikut membantu panen raya agar kebutuhan pangan terpenuhi.

Upaya itu merupakan bentuk dukungan TNI terhadap Kementan dalam memastikan ketersediaan bahan pokok untuk penanggulangan darurat coronavirus disease 2019 (Covid-19.

Sumber: kompas.com

Promot Content

What do you think?

Written by admin

Luhut: Boro-boro Pikir Ibu Kota Baru, Kami Fokus ke Virus Corona

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang II, Ekonom Muda Tantang Stafsus Milenial Jokowi