IMG 20200303 095329 compress23
in

Bacaan Sholat Lengkap Beserta Artinya Menurut 4 Imam Mazhab

Shalat bukan hanya sekedar ibadah ritual harian yang wajib bagi seorang muslim. Di dalam bacaan-bacaan sholat terkandung arti dan pesan moral yang sangat tinggi nilainya.

Sejak mulai takbiratul ihram hingga salam, orang yang sholat akan terasa damai, nyaman dan tenang, jika orang itu tahu arti bacaan sholat yang sedang diucapkan.

Dalam gerakan dan bacaan-bacaan sholat, kalau benar sholatnya, bisa membentuk karakter dan kepribadian seorang muslim yang baik, tangguh, kuat, produktif, inspiratif, respek, dan bertanggung jawab.

Untuk itulah, sudah sepatutnya setiap muslim harus tahu apa yang ia baca agar faham apa yang sedang ia kerjakan. Maka sebaiknya hafalkan bacaan sholat dan terjemahannya sekaligus, agar bisa khusu’ dalam menjalankan sholat.

Tuntunan sholat

Shalat adalah ibadah wajib yang harus dikerjakan setiap muslim yang baligh. Melaksanakan sholat harus sesuai aturan dan tatacara dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Shalat subuh dikerjakan dua rakaat, dhuhur empat rakaat, ashar empat rakaat, Maghrib tiga rakaat dan isyak empat rakaat. Berikut panduan dan tatacara shalat yang harus diketahui setiap muslim;

Bacaan sholat lengkap dan artinya

Sholat dimulai dari takbiratul ihram hingga salam, ada tuntunan khusus disetiap gerakan dan bacaannya. Berikut kami rangkumkan bacaan sholat dan artinya sesuai dengan pendapat 4 imam madzhab.

1. Niat

Ada beberapa perbedaan pendapat tentang pelafalan niat dalam bacaan sholat. Sebagian berpendapat lebih baik diucapkan, sebagian lagi memilih tidak perlu diucapkan.

Dikutip dari buku Ust Abdul Somad yang berjudul “77 Tanya Jawab Seputar Shalat”, setidaknya ada 4 perbedaan dalam hal mengucapkan niat. Sebagaimana disebutkan oleh Syekh Abu Bakar al-Jaza’iri dalam “al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al-Arba’ah”:

  • Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali: Niat itu ibadah hati, ucapan lidah bukanlah niat, akan tetapi membantu untuk mengingatkan hati, kekeliruan pada lidah tidak memudharatkan selama niat hati itu benar.
  • Mazhab Maliki dan Hanafi: Melafazkan niat tidak disyariatkan dalam shalat, kecuali jika orang yang shalat itu merasa was-was.
  • Mazhab Maliki: Tidak melafalkan niat itu lebih utama bagi orang yang tidak merasa was-was, tapi dianjurkan melafazkan niat bagi orang yang was-was.
  • Mazhab Hanafi: Melafazkan niat itu bid’ah, tapi dianggap baik untuk menghilangkan was-was.

Kapan waktu untuk berniat?

Tiga mazhab sepakat; Mazhab Maliki, Hanafi dan Hanbali bahwa sah hukumnya jika niat mendahului Takbiratul Ihram dalam waktu yang singkat.

Halaman: First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Rekomendasi

What do you think?

Written by admin

FB IMG 1583081987345

Sukses Gelar Anniversary Ke-3, Founder Berharap Kedepannya B2SC Makin Solid

Anak2 Penjual Ikan

Penjual Ikan Sukses Antar Putranya Jadi Tentara, Polisi, dan Sekuriti Semen Tonasa