cinta investasi2 compress23
in , ,

Putus Cinta Terus Ngeluh Udah Ngabisin Biaya Banyak Buat Pacaran. Dipikir Cinta itu Investasi?

Ikhtisar– Cinta itu ya di mana-mana bad investment karena isinya pengeluaran doang. Menghitungnya secara ekonomi cuma akan jadi beban karena biaya pacaran dan urusan cinta lain memang mahal.

Saya dan mas pacar saat ini sedang menjalani LDR Malang-Jogja. Kami biasanya mengusahakan untuk bertemu sebulan sekali. Tentang siapa yang datang mengunjungi siapa, tergantung siapa dari kami yang punya lebih banyak waktu luang dan tentu saja uang.

Harus kami akui, biaya pacaran sebenarnya cukup membebani. Selain harus mikirin tiket kereta, tempat menginap, kami juga harus mikirin tempat jalan, nonton, jajan demi bisa menuntaskan urusan rindu karena sudah lama tidak bertemu dan saat sekalinya bertemu tidak lama ini.

Kalau udah kayak gitu, harga berapa pun akan kami bayar asal surga betulan bisa dipadatkan meskipun nanti misalnya tumbuh penyesalan di akhir bulan gara-gara jajannya kebablasan.

Saya pikir, rasanya bukan kami saja sih yang tiap ketemu suka jor-joran kayak gitu. Sobat LDR se-Nusantara kemungkinan juga merasakan hal yang sama. Itu baru urusan uang saja, belum lagi tenaga yang harus dikeluarkan karena bertemu kekasih yang jauh itu sebuah perjuangan tersendiri. Capek sudah pasti terjadi, tapi semua rasa lelah itu saya kira akan meleleh ketika melihat ekspresi bahagia di wajah kekasih kita. Halah bucin.

Tapi, saya pikir bukan cuma orang LDR aja sih yang kedodoran. Maksud saya, banyak di antara kita (hah, kita??) yang nggak LDR pun tetep ngabisin uang cukup banyak untuk ongkos mencintai.

Makanya kalau ada orang yang suka pamrih dan main hitung-hitungan dengan apa yang udah dikeluarkan, saya kasih tahu ya, mending nggak usah pacaran deh, rugi, soalnya nanti bangkrut!

Baca Juga  Jika Dia Bukan Takdirku Berikan Aku Keikhlasan Untuk Bisa Merelakannya Bersama Dengan Orang Lain

Memasukan uang sebagai alat tukar dalam hubungan percintaan adalah pilihan yang bodoh karena cinta itu ya di mana-mana bad investment karena isinya pengeluaran-pengaluaran doang. Dan ini akan jadi beban karena pengeluaran ini tidak akan pernah ada akhirnya, sekarang nge-date, besok-besok mikirin bayar pelaminan, cicilan rumah, biaya anak, dst. dst. dst.

Dan di sisi lain, kamu nggak akan bisa ngarep pacaran gratis soalnya hubungan percintaan itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan hanya dengan wasap-wasapan (wasapan juga nggak gratis karena harus beli kuota) karena secara alamiah, manusia yang jatuh cinta akan terus mendamba pertemuan alias kehadiran orang yang mereka cintai. Ceileh.

Ini saya bukan sok romantis nich. Kenyataannya, ketika jatuh cinta, otak kita yang bekerja adalah otak bagian primitive yang tidak mengerti hitung-hitungan untung rugi dan alasan-alasan rasional lainnya.

Dan kalau kebutuhan cinta terkait afeksi dan kehadiran ini nggak bisa didapatkan, otak kita bakal ngeluarin respons yang sama dengan orang kecanduan yang lagi sakau.

Halaman: 1 2

Rekomendasi

What do you think?

Written by admin

Cinta dalam Diam crop 6 resize 84 compress56

Nggak Berani Ngaku Jatuh Cinta Sama Teman Sendiri Karena Takut Merusak Persahabatan

ESAI2 compress42

Tragedi “Balo Lipa” Dan Mantan yang Datang Ke Pernikahan