in

Tak Ditakdirkan Bersatu dan Dipisahkan oleh Maut, Wanita ini Kenang Sosok Sang Pacar

Seorang wanita bagikan kisah cintanya yang pilu

Baru-baru ini, seorang wanita cantik, Elsya Sandria membagikan kisah cintanya di media sosial. Melalui akun Twitternya, Elsya membagikan hubungan cintanya bersama seorang pria bernama Reza Arci Pradana Yantoro.

Meninggal pada 8 November 2018

Elsya pun mengawali ceritanya tentang kisah yang indah. Namun, takdir berkata lain dan ia harus berpisah dengan kekasihnya untuk selamanya. Sang kekasih meninggal pada 8 November 2018 lalu. 

“Saya pernah mempunyai kisah yang sangat indah , kisah dimana kita tidak ditakdirkan bersama namun dia pergi meninggalkan hal terbaik selamanya. Teruntuk Alm Reza Arci Pradana Yantoro. 8 november 2018,” tulis Elsya mengawali cerita.

Meninggal karena kecelakaan

Meski saling mencintai dan punya cita-cita untuk membangun rumah tangga bersama, tetapi ternyata takdir berkata lain. Reza meninggal dunia dalam perjalanan menuju bandara ketika ia hendak liburan bersama Elsya ke Banyuwangi, Jawa Timur.

Elsya sempat menunggu kedatangan Reza selama 6 jam di bandara. Namun, Reza tak datang karena mengalami kecelakaan yang membuatnya meninggal dunia. 

Awal perjumpaan

Elsya pun membagikan awal perjumpaannya dengan Reza. Menurut pengakuannya, ia dan Reza pertama kali bertemu di sebuah kedai es krim di Kota Yogyakarta pada Agustus 2017 lalu. 

“Kala itu bersama takdir yang sangat baik, saya bertemu seseorang yang menghampiri saya yang sedang menikmati ice cream di tempo gelato jogjakarta, 2 agustus 2017,” tulisnya. 

Sudah lebih dulu mengenali

Elsya pun mengatakan bahwa pria itu kemudian menghampiri dirinya. Reza ternyata sudah lebih dulu mengenali Elsya sebelum keduanya bertemu. Hal itulah yang membuat Reza berani untuk menghampiri Elsya. 

“Pria itu menghampiri saya dengan penuh senyuman seolah-olah telah mengenali saya sudah lama. Dan ternyata dia memang sudah mengenalku lebih dulu sampai akhirnya dia memutuskan menghampiriku disaat dia sedang dinas hanya untuk menyapaku, kala itu kami menjadi teman yang baik,” lanjutnya. 

Saling jatuh cinta

Keduanya lantas bertukar pikiran satu sama lain tentang traveling, fotografi hingga bisnis. Hubungan keduanya pun semakin berlanjut hingga akhirnya mereka salin jatuh cinta.

“Bertukar cerita tentang traveling,photography serta bisnis. Saya tidak pernah menyangka pada akhirnya akan jatuh cinta pada sosoknya, karena memang saya dan dia terbiasa berteman kemudian rasa suka itu ada karena saya percaya dia memang sosok luar biasa. Itu terjadi di tahun 2018 setelah pertemuan kami di jogja dulu,” tulisnya. 

Merencanakan pernikahan

Berawal dari pertemanan, Elsya dan Reza mulai saling jatuh cinta. Keduanya pun berpacaran. Mereka menjalani hubungan asmaranya dengan santai, namun keduanya memiliki cita-cita dan tujuan yang sama yaitu menikah. Elsya dan Reza bahkan sudah merencanakan masa depan bersama dari tabungan, rumah, dan usaha.

“Kami berdua menjalankan hubungan ini begitu santai tapi yakin akan sampai tujuan, terlebih ketika kedua orang tua kami setuju rasanya seperti dunia berpihak padaku. Indah sekali “.

Tidak pernah rasanya tidak jatuh cinta pada dia di setiap harinya. Hingga suatu hari di dalam perasaan yang semakin yakin tentang sebuah pilihan masa depan, saya dan dia sampai pada pembahasan pernikahan, mulai dari biaya menikah yang harus ditabung, rumah yang harus dicicil,usaha yang harus dibangun,” lanjutnya. 

Fokus pada tujuan

Lebih lanjut, Elsya mengatakan bahwa ia dan Reza fokus pada tujuan mereka. Namun, Elsya menyebutkan bahwa mereka hanya berencana dan lupa akan takdir yang akan membawanya kemana. 

“Kami fokus pada tujuan – tujuan itu. Pada akhirnya kita lupa bahwa ya kita hanya bisa berencana, tapi kita lupa bahwa entahlah takdir akan membawa kita pada kemana, pernah ada satu titik dimana saya tidak yakin padanya dan menyadari bahwa dia akan pergi begitu saja,” ujarnya. 

Fokus pada tujuan

Lebih lanjut, Elsya mengatakan bahwa ia dan Reza fokus pada tujuan mereka. Namun, Elsya menyebutkan bahwa mereka hanya berencana dan lupa akan takdir yang akan membawanya kemana. 

“Kami fokus pada tujuan – tujuan itu. Pada akhirnya kita lupa bahwa ya kita hanya bisa berencana, tapi kita lupa bahwa entahlah takdir akan membawa kita pada kemana, pernah ada satu titik dimana saya tidak yakin padanya dan menyadari bahwa dia akan pergi begitu saja,” ujarnya. 

Takut kehilangan

Elsya pun mengatakan bahwa Reza selalu meyakinkannya dengan semua hal sederhana yang dilakukan. Namun, Elsya mengatakan bahwa hal itu justru membuatnya semakin takut kehilangan sang kekasih. 

“(Mood cewek pada saat itu ) Dan dia selalu meyakinkan saya dengan hal-hal sederhana yang dia bisa lakukan, tapi entahlah pada saat itu semakin dia menujukan hatiku semakin takut sekali kehilanganya,” ungkapnya. 

Berikan kejutan

Hingga akhirnya pada suatu hari Reza memberikan sebuah kejutan untuk Elsya. Reza memberikan hadiah Elsya trip ke Banyuwangi, Jawa Timur. Elsya yang hobi traveling senang saja dengan hadiah dari sang kekasih. Apalagi mereka berencana menikmati liburan bersama. Elsya pun tak menyangka jika liburan itu menjadi janji terakhir Reza yang tak pernah bisa ia tepati.

“Sampailah pada waktu dimana kami jarang sekali bertemu karena sibuk perkerjaan masing-masing hingga akhirnya dia menghadiahkan ku trip ke Banyuwangi sebagai pelepas lelah bekerja dan penat pada saat itu, senang sekali rasanya karena saya sangat suka main ke alam,” tulisnya. 

Menonton sepakbola

Elsya pun mengatakan bahwa satu minggu sebelum mereka berangkat ke Banyuwangi, Reza memintanya untuk menemani menonton pertandingan ke Gelora Bung Karno. 

“Satu minggu sebelum kami berangkat ke banyuwangi, dia memintaku untuk menemani nonton pertandingan bola di GBK, sedikit memaksa tapi memang itu pertama dan terakhir aku menemani dia nonton bola di sana,” kenangnya. 

Semakin takut

Sejak itu, hari demi hari pun mereka lewati bersama. Hingga Elsya mengaku semakin dekat dengan hari mereka untuk liburan, ia merasa takut. Tetapi, Elsya mengaku ia tak tahu ketakutan apa yang dirasakannya itu. Sedangkan Reza selalu meyakinkan Elsya bahwa tak akan terjadi apa-apa. 

“Hari demi hari telah berjalan, hingga dekat sekali dengan pergi liburan, anehnya perasaan ini tidak yakin ingin pergi,rasanya seperti takut, tapi tidak tau ketakutan apa yang akan dihadapi, hingga dia meyakinkan bahwa tidak akan terjadi apa – apa disana dan akan berujung indah,” ungkapnya. 

Menemani kondangan

Beberapa hari sebelum keduanya berangkat ke Banyuwangi, Elsya mengaku ia menemani Reza kondangan hingga ia bisa bertemu dengan teman-teman kekasihnya itu. 

“4 november 2018 saya menemani dia pergi ke kondangan marathon, saat itu capek sekali karena dalam keadaan macet dan hujan deras dia ingin sekali pergi dan bertemu teman”nya, itulah saya pertama kali mengenal teman”nya lebih luas dan terakhir kalinya juga,” tulisnya lagi. 

Hari H tiba

Hari itu, hari seharusnya mereka berangkat ke Banyuwangi, Elsya menunggu dengan sabar di bandara. Reza sempat mengirim pesan ke Elsya memintanya menunggu, namun pesan itu ternyata pesan terakhir dari Reza.

“8 november 2018, di jam 03.00 wib saya sampai diterminal 2 soeta dan menunggu kedatangannya, pesawat jam 06.00 dan dia masin menelfon dengan gaya khas bercandanya dan selalu bilang “ bentar lagi aku sampai sayang” saya menunggu dengan sabar. 4.30 terakhir dia memberi kabar,” ungkapnya. 

Menghilang

Elsya pun mengatakan bahwa Reza tiba-tiba hilang tak ada kabar. Saat itu, Elsya masih berpikiran positif tentang Reza yang kemungkinan sedang salat hingga salah turun terminal. 

“Kemudian hilang, saya masih tenang karena ya waktunya shalat subuh, dia pasti mampir ke mushola dan mungkin salah turun terminal, masih tetap tenang-mencoba tenang dan yakin dia akan sampai. Itu yang selalu saya pikirkan,” ungkapnya. 

Menunggu selama 6 jam

Hingga akhirnya, Elsya tersadar bahwa ada yang beres pada pagi itu. Ia pun mulai mencari Reza ke semua orang yang dikenalnya dan berlarian di bandara untuk mencari sang kekasih. Setelah 6 jam menunggu, Elsya pun hanya bisa pasrah. 

“Akhirnya saya sadar bahwa ada hal yang tidak baik-baik saja yang saya rasakan, kemana dia? Kenapa hp nya tidak aktif? Kenapa dia hilang? Jam 05.30 saya mulai mencari dia kesemua orang yang saya kenal dan sambil berlari-lari dibandara mencarinya. Tidak memikirkan boarding,tidak memikirkan kata terlambat apapun pada saat itu,hanya fokus mencari,menunggu,berlari,berteriak memanggil, menenangkan diri sendirian sampai saya menyerah setelah 6 jam. Saya pasrah…,” kenangnya. 

Dapat kabar Reza kecelakaan

Sampai Elsya pun mengetahui hal yang mengejutkan. Ia mendapat kabar bahwa kekasihnya itu telah mengalami kecelakaan. Mengetahui hal itu, Elsya pun mencoba untuk tetap tenang dan menguatkan dirinya. 

“Hingga akhirnya saya mendapatkan kabar darinya perihal dia telah mengalami kecelakaan, dengan menguatkan diri sendiri, mencoba mengendalikan hati dan pikiran,istighfar yang tiada henti saya yakin dia dalam keadaan baik-baik saja, saya memejamkan mata dan meminta kuatkan saya dulu,” tulisnya. 

Reza meninggal

Ketika tiba di rumah sakit untuk melihat kondisi kekasihnya, Elsya justru melihat Reza telah berada di ruang jenazah. Rencana liburan mereka pun hancur sudah dan hari di mana mereka akan menikmati liburan bersama justru berakhir dengan memilukan. Mereka dipisahkan oleh maut. 

“Semua orang memikirkan bagaimana saya tidak tahu hal yang sebenarnya terjadi, tapi pada akhirnya saya sampai pada rumah sakit yang dimana saya yakin dia ada di igd tapi ternyata… Ruang jenazah yang dingin,dibalut kain putih dan terbujur kaku, dia kini ada disana. sesak, hampa, seperti ada lubang besar dan dalam yang tiba-tiba terbuka dalam diri saya. Senyap, disekitar saya jadi senyap. Hampa sekali sampai saya merasakan sakit. Hampa menyakitkan. Ada ruang kosong yang sedemikian besar menganga secara tiba-tiba,” tulisnya lagi. 

Hancur

Elsya pun mengatakan pada hari itu dirinya hancur seperti tersambar petir. Ia hanya bisa memandangi wajah sang kekasih yang sudah terbujur kaku. Elsya juga sempat mengungkapkan permohonan pada sang kekasih. 

“Hancur,lebur ,seperti tersambar petir disaat cuaca sedang baik-baik saja,seperti bunga yang dipetik ketika sedang mekar, seperti jantung yang diambil secara paksa. Melihat dia pergi selama-lamanya. Salah apa saya ya Allah? Ucapku pada waktu dimana aku belum mengerti semuanya. Hingga akhirnya saya melihat dia, memandangi dia dan berbisik padanya “ kenapa pergi disaat belum menepati janji? Yuk ikut aku pulang,aku sudah jemput kamu tapi kamu bangun ya?” Saya memohon padanya dengan permohonan seperti orang yang sangat meminta. Alhamdulilah saya melihat dia sangat indah di hari itu, tampan sekali, hingga saya menguatkan diri di satu hari itu untuk menemani dia sampai ditutup seluruh tanah dan hanya menyisakan luka..” ungkapnya. 

Ikhlas

Kehilangan kekasih hati membuat Elsya harus berjuang untuk ikhlas melepaskan kepergian Reza. Meski merasakan sakit karena kehilangan, Elsya bersyukur karena dia menjadi wanita yang menemani Reza hingga hari terakhirnya. 

“Saya senang sekali di akhir hidupnya sayalah wanita yang menemaninya ,walapun tidak lama bersamanya tapi Tuhan mentakdirkan jalan seperti itu untuk kita, Reza sosok luar biasa untukku dan banyak orang, selalu ingin menjadi yang terbaik dalam setiap hal yang dia bisa lakukan. Tidak mudah sampai di titik ini ,proses yang lama dengan pergolakan batin yang ada,tapi ketahuilah kita akan sampai pada puncaknya, saya mengerti bahwa ada hidup yang harus saya lakukan dan dia pasti bahagia melihat saya dititik sekarang, sampai kapanpun dia tetap selalu ada,” ungkapnya lagi.

Lanjutkan hidupnya

Dan ia yakin bahwa Tuhan selalu mempunyai alasan dibalik apa yang dialaminya. Elsya pun mengatakan bahwa ia akan tetap melanjutkan kehidupannya. Meski demikian, Elsya mengungkap bahwa Reza akan tetap ada di hatinya. Elsya juga percaya bahwa kini Reza telah bahagia. 

Hanya bedanya tidak terlihat namun terasa, saya tetap melanjutkan hidup,mencari kisah cinta yang baru,tapi dia tetap dihati saya selamanya , terimakasih telah memilih saya ini, saya ternyata kuat ya. Allah selalu punya alasan terhadap hal apapun yang terjadi didunia ini. Ini mungkin bisa dikatakan bahagia yang sesungguhnya, bahagia ketika bisa terlepas dari hal yang selama ini menyesakkan dada dan membuat kita sedih dan terpuruk terus menerus. Akhirnya aku mampu menemukan jalan damai itu, berdamai dengan masa lalu dan diri sendiri. Dan yang mesti teman-teman pahami titik terendah bukanlah titik terakhir. Semua orang akan pergi, hanya saja waktunya yang berbeda. Reza sudah bahagia disana, tempatnya inshaAllah indah, terimakasih sudah membuat cerita hidup sehebat ini. Al fatihah,” pungkasnya. 

Source: planetmerdeka.com

Promot Content

What do you think?

Written by admin

Simak Fakta Seputar Lipstik yang Harus Diketahui

Arti Jatuh Cinta dan Mencintai Ternyata Jauh Berbeda